The Real Adventure 'n Scout 'n roll

Beranda » TUGAS KULIAH » Tugas Agama 2 : Hakikat dan Potensi Manusia

Tugas Agama 2 : Hakikat dan Potensi Manusia

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 6 pengikut lainnya


Hakikat manusia dalam islam

Manusia adalah makhluk Allah yang paling sempurna, berbagai ayat dalam al-Qur’an menjelaskan tentang kesempurnaan penciptaan manusia, kesempurnaan penciptaan manusia itu kemudian semakin “disempurnakan” oleh Allah dengan mengangkat manusia sebagai khalifah di muka bumi yang mengatur alam dan ekosistem ilahiyah yang rahmatan lil alamin, menaburkan potensi keselarasan, kemanfaatan, musyawarah dan kasih sayang ke penjuru alam serta memberdayakan seluruh ciptaanNya agar bermakna.

Menurut Islam, manusia adalah makhluk ciptaan Allah; ia tidaklah muncul dengan sendirinya atau berada oleh dirinya sendiri. Al-Quran surat al-‘Alaq ayat 2 menjelaskan bahwa manusia itu diciptakan Tuhan dari segumpal darah; Al-Quran surat al-Thariq ayat 5 menjelaskan bahwa manusia dijadikan oleh Allah; Al-Quran surat al-Rahman ayat 3 menjelaskan bahwa Al-Rahman (Allah) itulah yang menciptakan manusia. Masih banyak sekali ayat Al-Quran yang menjelaskan bahwa yang menjadikan manusia adalah Tuhan. Jadi, manusia adalah makhluk ciptaan Allah.

8 Definisi Manusia Menurut al- Toumy al- Syaibani

  1. Manusia sebagai makhluk Allah yang paling mulia di muka bumi.
  2. Manusia sebagai khalifah di muka bumi.
  3. insan makhluk sosial yang berbahasa.
  4. insan mempunyai tiga dimensi yaitu: badan, akal dan ruh
  5. insan dengan seluruh perwatakannya dan ciri pertumbuhannya adalah hasil pencapaian 2 faktor, yaitu faktor warisan dan lingkungan
  6. manusia mempunyai motivasi, kecenderungan dan kebutuhan awal baik yang diwarisi mauun yang diperoleh dalam proses sosialisasi.
  7. manusia mempunyai perbedaan sifat antara yang satu dengan yang lainnya.
  8. insan mempunyai sifat luwes, lentur, bisa dibentuk , bisa diubah.
  • Makhluq (yang diciptakan)

Manusia secara umum diciptakan oleh Allah untuk beribadah sebagai konsekuensi dari kesempurnaan yang diperolehnya. [QS Adz Dzaariyaat:56] Khilafah Allah mengetahui siapa sebenarya manusia, sehingga Allah tetap menjadikan manusia sebagai khalifah di bumi walaupun malaikat tidak setuju. [QS Al Baqarah:30].

  • Mukarram (yang dimuliakan)
Sebagai makhluk yang dimuliakan Allah Swt. manusia diberikan keistimewaan. Bentuk fisik yang bagus dengan tata letak yang tepat menjadikan dirinya berbeda dengan makhluk lainnya. Letak kepalanya, hidungnya, alisnya, mulutnya dan beberapa organ lainnya yang sesuai dengan posisi dan porsinya. Dengan tampilan seperti itu manusia kelihatan cantik dan ganteng. Sehingga manusia tidak pernah malu pada hewan atau tetumbuhan lantaran tampilan fisiknya. Keistimewaan bentuk fisik yang dimiliki manusia merupakan karunia Allah Swt. yang membuatnya tidak pernah merasa minder bila berada di kebun binatang sekalipun binatang yang terdapat di dalamnya adalah binatang-binatang pilihan.

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya” (QS. At Tiin: 4)

Dengan tampilan fisik dan bentuk yang bagus manusia juga diberikan keistimewaan lainnya. Yakni ditundukkannya alam semesta untuk kehidupannya. Manusia bisa mengarungi samudera yang luas. Mengelilingi dunia, menikmati panorama indahnya alam raya. Diberikan kepadanya tumbuh-tumbuhan baik yang dapat dikonsumsinya ataupun untuk dipandangnya. Juga dijinakkan hewan-hewan kepadanya sehingga ada yang dapat dimakan, ditunggangi atau untuk membantu kehidupan umat manusia. Semua anugerah itu merupakan bentuk pemuliaan Allah Swt. kepada manusia. Agar karunia tersebut dapat dipergunakan bagi kehidupannya dalam mengabdi dan beribadah kepada-Nya. Namun jika kenikmatan itu tidak dipergunakan sebagaimana aturan-Nya maka Allah Swt. akan memandang hina dan rendah manusia itu. Mereka disamakan derajatnya dengan hewan bahkan lebih dari itu. Na’udzubillahi min dzalik.
  • Mukallaf (yang mendapatkan beban)
Dengan kelebihan dan karunia yang diberikan kepada mereka, manusia dibeban tugaskan untuk beribadah dan mengatur serta merawat jagat raya yang menjadi sarana hidupnya dengan sebaik-baiknya. Agar mereka menyadari bahwa karunia itu tidak datang dengan sendirinya melainkan ia adalah pemberian Tuhan sehingga mereka seharusnya berterima kasih pada-Nya dengan senantiasa beribadah.

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku” (QS. Ad Dzariyat: 56)

Begitu pula manusia harus menyadari bahwa sarana hidupnya telah tersebar di penjuru bumi agar mereka menggalinya, memanfaatkannya dan merawatnya untuk kehidupannya. Pada posisi peran ini manusia menjadi pemimpin di alam semesta ini (khalifah) yang menjalankan ajaran Allah Swt. dan merealisasikannya dengan benar. Bukan malah melakukan kerusakan di muka bumi, dengan menghancurkan alam raya, merusak ekosistem hidup atau membiarkannya punah dan musnah. Agar manusia dapat menjaga kelestarian hidupnya dan jagat raya sebagai sarana hidupnya.

“Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya aku hendak menjadikan Khalifah dimuka bumi”………. (QS. Al Baqarah: 30).

  • Mukhayyar (yang bebas mamilih)

Manusia diberi kebebasan memilih untuk beriman atau kafir pada Allah. [QS Al kahfi :29]

  • Majziy (yang mendapat balasan)
Dalam menjalankan beban tugasnya manusia pun mendapatkan balasan atas amalannya. Mereka yang menunaikan tugasnya dengan baik manusia berhak meraih anugerah keridhaan dan surga-Nya. Sedangkan mereka yang tidak menunaikan tugasnya maka azab dan neraka-Nya lebih pantas untuk mereka terima. Seberapa pun amal yang mereka kerjakan kecil atau besar pasti mendapatkan balasannya baik atau pun buruk. Dengan agar manusia dapat memahami bahwa semua perbuatan yang dilakukannya tidak akan dibiarkan begitu saja melainkan pasti akan ada balasannya.

“Barang siapa yang mengerjakan amal kebaikan seberat dzarrah pun niscaya dia akan mendapatkan balasannya. Dan barang siapa yang mengerjakan amal kejahatan seberat dzarrah pun niscaya dia akan mendapatkan balasannya pula” (QS. Az Zalzalah: 7 – 8).

Demikianlah kedudukan manusia yang sebagian di jelaskan dalam Al Qur’an, agar kita mampu menjalankannya dengan benar sehingga kita dapat meraih derajat yang mulia di sisi Allah Swt. dan makhluk-Nya. Wallahu ‘alam bishshawab

1. Bacaan QS. Al Mukminun : 12-14

Bacalah Surat Al Mukminun ayat 12-14 dengan tertib (tartil), fasih, dan suara yang indah sesuai dengan tajwid yang benar serta pahamilah makna dan kandungannya !

2. Terjemah QS. Al Mukminun : 12-14

Artinya: “12. Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. 13. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). 14. Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.” (QS Al Mukminun : 12-14)

3. Kandungan QS. Al Mukminun : 12-14

  • Allah adalah stu-satunya yang menciptakan manusia
  • Penegasan Allah SWT bahwa manusia meupakan makhluk ciptaan-Nya yang asal kejadiannya dari sari pati tanah
  • Informasi dari Allah tentang proses kejadian manusia ketika masih berada dalam kandungan
  • Allah memberi kesempatan hidup di dunia kepada manusia
  • Usia manusia ditentukan oleh Allah SWT
  • Manusia diperintahkan untuk memikirkan proses kejadiannya agar tidak sombong kepada Allah dan sesama manusia.

4. Penjelasan QS. Al Mukminun : 12-14

a) Proses Penciptaan Manusia Menurut Pandangan Ilmu Pengetahuan Umum

Penjelasan tentang proses penciptaan manusia sebelum dijelaskan menurut pandangan ilmu pengetahuan umum Allah SWT sudah terlebih dahulu mejelaskan perihal kejadian tersebut dalam Al Qur’an seperti dalam surat Al-Mu’min, 40 : 67 bahwa Manusia adalah keturunan Nabi Adam As, jasmaninya berproses dari saripati tanah. Tumbuh-tumbuhan menghisap saripati tanah itu dan hewan memakan sebagian tumbuh-tumbuhan. Manusia memakan tumbuh-tumbuhan dan hewan. Ini berarti ke dalam tubuh manusia telah masuk unsur saripati tanah.

Sebagian saripati makanan (saripati tanah), berproses manjadi nuthfah (air yang berisi spermatozoa, disebut sperma) yang terdapat pada laki-laki (suami). Melalui proses senggama, nuthfah masuk ke dalam qarar (rahim atau kandungan ibu). Di dalam rahim, nuthfah (sperma) bertemu dengan sel telur atau ovum, sehingga terjadi pembuahan.

Menurut ilmu Biologi, manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan asal kejadiannya adalah dari tanah. Hal ini telah dibuktikan dengan menggunakan metode abu bekas bakaran dari makhluk hidup tersebut. Hasil penelitian tersebut diketahui bahwa unsur-unsur asli yang ada pada manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan sama dengan unsur-unsur yang terdapat dalam tanah, yaitu Oksigen ( O ), Hidrogen ( H ), Zat Belerang ( S ), Zat Arang ( C ), Kalium ( K ), Natrium ( Na ), Yodium ( J ), Asam Arang ( CO2 ), Air ( H2O ) dan zat-zat lainyya yang berfungsi sebagai pelengkap.

Senada dengan pendapat di atas, Prof. Bahi Khuli mengemukakan bahwa ada unsur yang sama antara debu dan jasad manusia. Unsur-unsur tesebut adalah : Oksigen = 63 % – Karbon = 20,20 % – Hidrogen = 9,90 % – Nitrogen = 2,50 % – Kalsium = 2,45 % – Phaspor = 1,01 % – Klor = 0,16 % – Fhlor = 0,14 % – Kaporit = 0,14 % – Photasium = 0,11 % – Sodium = 0,10 % – Magnesium = 0,07 % – zat besi = 0,01 % – Yodium+Silikon+Magnet = Molekul atom.

b) Proses Penciptaan Manusia Menurut QS. Al Mukminun : 12-14

Proses Kejadian manusia menrurut QS. Al Mukminun : 12-14 ketika masih berada dalam kandungan adalah sebagai berikut :

  1. Allah SWT menjadikan saripati tanah yang terdapat dalam tubuh manusia sebagai nuthfah (air yang berisi spermatozoa, disebut sperma), yang kemudian ditumpahkan ke dalam qarar (rahim atau kandungan)
  2. Allah menjadikan nuthfah sebagai alaqah yaitu gumpalan darah yang berbentuk menyerupai buah lecis atau lintah
  3. Dari alaqah Allah SWT menjadikan sebagai mudghah, yaitu segumpal daging menyerupai daging hancur yang sudah dikunyah
  4. Dari mudghah Allah SWT menjadikan sebagai i’izaam, yaitu tulang atau rangka
  5. Kemudian tulang atau rangka itu dibalut oleh daging
  6. Setelah itu Allah SWT menjadikan sebagai makhluk dalam bentuk lain yaitu dalam bentuk manusia yang telah berkepala, berbadan, bertangan dan berkaki

c) Proses Penciptaan Manusia Menurut Hadits Rasulullah SAW


Proses Kejadian manusia menrurut hadits Rasulullah SAW ketika masih berada dalam kandungan adalah sebagai berikut :

1. Berdasarkan Hadits ditakhrij oleh Bukhari

Artinya :
Dari Abdullah bin Mas’ud ra.,ia berkata : Rasululla saw bercerita kepada kami, beliaulah yang benar dan dibenarkan : “Sesungguhnva penciptaan perseoranganmu terkumpul dalam perut ibunva empat puluh hari dan empat puluh malam atau empat puluh malam, kemudian menjadi segumpal darah, semisal itu (40 hari = pen) kemudian menjadi segumpal daging, semisal itu (40 hari = pen), kemudian Allah mengutus Malaikat, kemudian dipermaklumkan dengan empat kata, kemudian malaikat mencari rizkinya, ajalnya (batas hidupnya), amalnya serta celaka dan bahagianya kemudian Malaikat meniupkan ruh padanya. Sesungguhnya salah seorang di antaramu niscaya beramal dengan amal ahli (penghuni) sorga, sehingga jarak antara sorga dengan dia hanya satu hasta, namun catatan mendahuluinya, maka ia beramal dengan penghuni neraka, maka ia masuk neraka. Dan sesungguhnya salah seorang diantaramu, beramal dengan amal ahli neraka, sehingga jarak antara neraka dengan dia hanya satu hasta, namun catatan mendahuinya, maka ia beramal dengan amal penghuni sorga, maka ia masuk sorga. (Hadits ditakhrij oleh Bukhari).

2. Berdasarkan Hadts yang diriwatkan Imam Muslim

Artinya :
“Sesungguhnya seseorang dari kamu berproses kejadiannya dalam perut ibunya selama 40 hari sebagai air mani, dan selama 40 hari sebagai ‘alaqah, kemudian selama 40 hari lagi sebagai mudghah, sesudah itu Allah mengirim seorang malaikat, lalu ia tiupkan roh ke dalamnya. Dan malaikat diperintah mencatat 4 kalimat, yaitu mengenai rizki orang itu, ajalnya, amal perbuatanyya dan celaka atau bahagianya”. (HR. Muslim).
Untuk ayat yang berkaitan dengan Hakikat dan Potensi Manusia bisa dilihat di bawah ini :

Hakekat Manusia Dan Potensi Manusia


2 Komentar

  1. vachmee mengatakan:

    sabar boss.. orang2 seperti itu emang gak bertanggung jawab.. cuma mau merusak nama kita..

  2. alamendah mengatakan:

    (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!

    Manusia harusnya berbeda dengat binatang…

    Ini komentar asli dari Alamendah, bukan kek orang yang ngaku-ngaku sebagai alamendah dan menuliskan fitnah dan provokasi sebagaimana baru saya posting

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

RSS Produk Terbaru Baju Hamil

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS info-teknologi.com

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Live Traffic

asal kalian

ip-location IP

%d blogger menyukai ini: